Senin, 16 Maret 2015

Ice-Minus Bacteria


ICE-MINUS BACTERIA



 Pesatnya perkembangan teknologi di bidang sains menciptakan berbagai macam produk yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia. Salah satunya adalah kemajuan yang telah dicapai dalam bidang bioteknologi dan teknik DNA rekombinan. Peran bioteknologi dapat digunakan di berbagai bidang, misalnya bidang perkebunan dan pertanian. Berbagai macam produk dari hasil rekayasa genetika telah bermunculan dan memberikan segudang manfaat untuk kehidupan makhluk hidup.
   Contoh kemajuan bioteknologi di bidang perkebunan dan pertanian adalah bakteri transgenik, yang dikenal dengan ice-minus bacteri. Bakteri ini dihasilkan dari hasil rekayasa genetika bakteri Pseudomonas syringae dan Escheria coli. Riset yang dilakukan di California pada tahun 1987 ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terjadi pada sejumlah tanaman ketika musim dingin. Tanaman yang tumbuh di daerah yang mengalami empat musim tidak dapat bertahan hidup layaknya tanaman yang tumbuh di daerah yang mengalami dua musim. Karena adanya permasalahan tersebut, maka ketika itu Advanced Genetic Sciences (AGS)  mencari solusi dengan cara merekasaya bakteri transgenik dari bakteri Pseudomonas syringae. Bakteri Pseudomonas syringae dapat bertahan hidup pada suhu yang rendah. Namun, bakteri Pseudomonas syringae dapat merusak jaringan tanaman dan menyebabkan kematian tanaman. Oleh karena itu dilakukan rekayasa genetik antara bakteri Pseudomonas syringae dan bakteri Escheria coli yang akan menghasilkan bakteri transgenik atau Ice- Minus bacteria.
     Bakteri Ice-Minus  merupakan nama umum dari varian bakteri Pseudomonas syringae yang direkayasa gennya untuk melindungi tanaman dari kerusakan pada saat salju turun dikala musim dingin. Ice minus bacteria merupakan bakteri transgenik karena DNA yang terdapat pada bakteri Pseudomonas syringae disisipkan ke dalam DNA bakteri Escheria coli. Kemudian bakteri transgenik tersebut disemprotkan ke tanaman agar tidak terjadi kerusakan pada daun, batang, dan organ lainnya. Kerusakan tanaman dapat dilihat dari daunnya berwarna kuning, coklat, bahkan kehitaman pada daun.




  Mungkin akan timbul pertanyaan dalam pikiran kita kenapa harus dilakukan rekayasa genetik ? Padahal Pseudomonas syringae memiliki sifat resisten pada suhu rendah ?. Hal ini dikarenakan DNA Pseudomonas syringae tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan protein permukaan tertentu. Di luar dinding selnya terdapat protein es plus yang berfungsi sebagai pusat nukleasi untuk kristal es. Protein ini memfasilitasi pembentukan es. Varian es minus dari Pseudomonas syringae adalah mutan, tidak memiliki gen yang bertanggung jawab atas nukleasi protein permukaan es. Protein inti es yang dihasilkan oleh bakteri ini terletak pada membran luar dan asam amino yang menyusun protein tersebut sebagian besar bersifat hidrofilik sehingga dapat berasosiasi dengan air. 
                                           
                                                        Pseudomonas syringae

    Pseudomonas syringae adalah bakteri gram negatif, aerobik, berbentuk batang, dan memiliki flagela polar. Secara biokimia, bakteri ini dapat diuji dengan menggunakan uji oksidase dan arginin hidrosilase yang akan menunjukkan hasil negatif. Pseudomonas syringae merupakan mikroorganisme yang terdapat dalam setiap kubik udara (40 mikroorganisme/kubik) dan memiliki 58-60% GC (guanin sitosin). Pseudomonas syringae dapat ditemukan pada tanaman, tanah, dan udara, tapi umumnya memiliki habitat pada permukaan daun berbagai tanaman sehingga termasuk bakteri filosfer dan merupakan patogen pada beberapa spesies tanaman tertentu.
                                         

                                                                    Escheria coli
    Kenapa menggunakan bakteri Escheria coli ? Escheria coli merupakan bakteri berbentuk batang dengan panjang sekitar 2 micrometer dan diamater 0.5 micrometer. Volume sel E. coli berkisar 0.6-0.7 micrometer kubik. Bakteri ini termasuk umumnya hidup pada rentang 20-40 derajat C, optimum pada 37 derajat. Hampir semua rekayasa genetika di dunia bioteknologi selalu melibatkan E. coli akibat genetikanya yang sederhana dan mudah untuk direkayasa. Riset di E. coli menjadi model untuk aplikasi ke bakteri jenis lainnya. Bakteri ini juga merupakan media cloning yang paling sering dipakai. Teknik recombinant DNA tidak akan ada tanpa bantuan bakteri ini, termasuk bakteri Ice-Minus ini.
   Tanpa adanya bakteri Pseudomonas syringae, tanaman tidak dapat bertahan di musim dingin yang bersuhu di bawah 0 °C, walaupun air yang berada di permukaan daun sangat dingin (disebut supercools). Kehadiran bakteri Pseudomonas syringae membuat air superscools dipermukaan daun menjadi inti es yang akan memicu pembentukan kristal es. Terbentuknya kristal es di permukaan daun menjadikan jaringan yang didalamnya mengalami luka beku (frost injury atau frost damage) dan mengakibatkan penurunan kemampuan berfotosintesis yang berakhir dengan kematian tanaman tersebut. 



                                         
                                                             Proses rekayasa genetika
     Langkah-langkah yang digunakan  untuk mengisolasi dan menghasilkan jenis es minus dari Pseudomonas syringae adalah : 1) Memotong DNA Pseudomonas syringae dengan enzim restriksi. 2) Masukkan potongan DN ke dalam plasmid. Plasmid pada bakteri berfungsi untuk transfer sel. Penyisipan DNA akan dilakukan secara acak, sehingga memungkinkan untuk menghasilkan variasi DNA rekombinasi. 3) Mengubah bakteri gen Escherichia coli (E. coli) dengan plasmid rekombinan. Plasmid akan diambil oleh bakteri, menyumbangkan bagian dari DNA organisme. 4) Identifikasi gen es dari E.coli baru dikembangkan berbagai coli recombinants. Rekombinan E.coli dengan gen-es akan memiliki es-nukleasi. Fenotipe ini akan menjadi “es-plus.” 5) Dengan identifikasi es nukleasi rekombinan, mengamplifikasi gen es dengan teknik seperti reaksi berantai polimerase (PCR). 6) Membuat klon mutan dari gen es melalui pengenalan agen mutagenik seperti radiasi UV untuk menonaktifkan gen es, menciptakan gen “Ice Minus”. 7) Mengulangi langkah sebelumnya (memasukkan gen ke plasmid, transformasi E.coli, mengidentifikasi rekombinan), mutan klon diciptakan untuk mengidentifikasi bakteri dengan gen Ice Minus. . Mereka akan memiliki fenotipe es-minus yang diinginkan. 8) Memasukkan gen Ice Minus ke normal, es-plus bakteri Pseudomonas syringae
     Adanya bakteri Ice-Minus bukanlah tanpa sebab namun berdasarkan tujuan yang ingin dicapai sebagai solusi untuk sebuah permasalahan. Dengan tercapainya tujuan tersebut, ternyata bakteri ini tidak hanya digunakan untuk menyemprot tanaman seiring berjalannya waktu. Bakteri ini dimanfaatkan untuk pengawet makanan dalam industi pangan dan juga bahan pendukung untuk tempat seluncur es (ice skating).
 .   Kekurangan dari bakteri Ice Minus adalah kontroversi terutama seputar kekhawatiran akan memperkenalkan organisme baru yang dapat secara permanen mengganggu ekosistem. Dampak lain yang tidak langsung dari aktivitas nukleasi es olehPseudomonas syringae adalah matinya bakteri-bakteri lain, termasuk bakteri yang bersimbiosis mutualisme dengan tanaman dan berhabitat di permukaan daun karena kondisi ekstrem yang terjadi ketika partikel es mencair.

 REFERENSI :

Bashan, Yoav dan Luz E, de-Bashan. 2002. Journal Reduction of bacterial speck (Pseudomonas syringae pv. tomato) of tomato by combined treatments of plant growth-promoting bacterium, Azospirillum brasilense, streptomycin sulfate, and chemo-thermal seed treatmen. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2014, pukul 19.02 WIB.
                 Hardy, Jay dan David Sands. 2012.  Journal The Rain-Making Bacteria. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2014, pukul 22.51 WIB.
Visnapuu, Triinu. 2012. Journal Levansucrases encoded in the genome ofPseudomonas syringae pv. tomato DC3000:heterologous expression, biochemicalcharacterization, mutational analysis andspectrum of polymerization products. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2014, pukul 21.09 WIB.
John M. Love dan William H. Lesser.  The Potential  Impact Of Ice Minus Bacteria As A Frost Protectant In New York Tree Fruti Production. 1989. http://econpapers.repec.org/article/agsnejare/28801.htm
Marcia Barinaga. Field test of ice-minus bacteria goes ahead despite vandals.1987. http://www.foet.org/past/documents/NatureApril301987.pdf.
Sparrow Smith. Pseudomonas Syringae . 2009.